body { padding: 0; margin: 0;) font-size: small; color: $textcolor; background: #fff; text-align: center; cursor:url("http://www.cursorpedia.com/ani/heart_heart_32.ani"); } Boy Adventure

WELCOME TO MY BLOG

FOLLOW ME

GUN

Selasa, 06 Maret 2012

Diana MOD. 350 Magnum Classic

Diana MOD 350 Magnum dengan power 1250 Fps hadir dengan model classic

SHARP ACE DELUXE

Rp.2.100.000.-
Detail Produk

CANON 737 Air Rifle


Canon 737 Senapan Legendaris INDONESIA, variasi terbaru hadir dengan monting peredam dan popor ABS

Benjamin Marauder Air Rifle


HOT Product !!!

Benjamin Murauder PCP Multi Shoot

Gamo Extreme Air Rifle

HOT Product !!!
High Power Air Rifles Gamo Extreme
Hunt Hog!!!

SHARP TIGER LONG BARREL TRUGLO


Sharp Tiger merupakan penyempurnaan dari sharp innova, sebuah senapan yang hebat untuk anda yang mementingkan ketahanan dan keakuratan senapan
Harga Rp. 990.000.-
Detail Produk

Duk IL HUNTING MASTER RS


Senapan angin Hunting Master cukup disegani dan favorit small hunting indonesia, kami menawarkan HM original Korea.
Harga Rp.11.500.000.-

Sharp Innova Paket Hunting

Paket hunting lengkap, sangat cocok untuk small hunting yg mengutamakan akurasi, kami tawarkan dengan harga yg lebih murah dibanding anda membeli perparts.
Harga Rp.2.100.000.-

Sharp Innova Pompa Samping


Sharp innova pompa samping kanan
Harga Rp.700.000.-

STEVEN 4,5mm


Harga Rp.450.000.-
Detail Product

SHARP INNOVA LONG BARREL TRUGLO

Sharp Innova Long Barrel Truglo
Harga Rp.850.000.-

SHARP TIGER SHORT

Harga Rp. 580.000.-
Detail Produk

SHARP ACE HUNTER


Senapan pompa tangan terbaik di dunia, sharp ace hunter
Harga Rp. 5.500.000.-
Detail Produk

Classic Model Diana RWS 46 Stutzen

Model classic yg mengingatkan kita pada saat PD I, Akurasi yg terjaga krn laras dibungkus oleh popor kayu. Pengerjaan yg rapih, presisi dan model pengisian peluru yg bagus anda tidak akan menemukan kesulitan reload mimis dibanding tipe bisa. cocok untuk hunting dan kolector.

Canon Special 737

Senapan Canon 737, satu-satunya senapan angin dalam negeri yang menembus pasar luar negeri dan telah melegenda didalam negri. pastikan anda mendapatkan produk original hanya disini.

ini senapan dgn power bagus dengan harga yg terjangkau

Diana RWS 350 Magnum


Diana RWS 350 Magnum, senapan angin model per break barrel yang memiliki power melebihi kecepatan magnum dengan akurasi yang sangat terjaga. seorang hobis, hunting atau atlet tak ada yg meragukan akurasi dari produk-produk german. kualitas tersirat dari nama RWS.

Senapan Gejlug Mastergun



Senapan gejlug dengan power yg besar setara dengan pcp dan tanpa perlu membeli pompa terpisah 1200 fps
Harga Rp.950.000.-

Sharp Innova Laras Max Long Barrel

Sharp innova short + laras max untuk akurasi yang bagus
Max Barrel
Harga Rp.750.000.- tidak termasuk scopes

Mouser PCP


Hadir dengan model yang dewasa dan mesin yang kuat menjadikan anda sosok yang disegani di arena berlatih dan berburu
Harga Rp.1.900.000.-

Paket Sharp innova Reddot


Sharp innova short dipadu dengan scopes reddot
cocok untuk penembakan cepat. klik gambar untuk membesarkan
Harga Rp.550.000.- tidak termasuk ongkir

Sharp Innova Paket Istimewa

cocok untuk pembasmi tikus sekaligus penyalur hobi anda dengan harga yg terjangkau
Sharp innova short + scopes + selempang + mimis 1 tabung
Harga Rp.500.000.- ongkir tidak termasuk

Benjamin Super Streak (MONSTER)

Senapan per dengan power terkuat saat ini 1500 fps
Harga Rp.8.500.000.-

Detail Produk

DIANA RWS 300R

power 925 fps, satu-satunya senapan per yg dilengkapi rotari magazine
Harga Rp.9.000.000.

Detail Produk

Luftgewehr Weihrauch HW77

Harga Rp. 9.000.000.-
Detail Produk

Senapan Benjamin Crosman 397


Harga Rp. 3.950.000.-
Detail Produk

NEW PRODUK Co2 Crosman 12 round

Harga Rp. 2.600.000.-
Detail Produk

BENJAMIN KW 4,5mm

Harga Rp. 300.000.-
power 700fps, panjang laras 50cm, ulir 6, berat 2.5kg

SHARP INNOVA II CBU


Harga Rp.3.500.000.-
Detail Produk

SHARP INNOVA LONG BARREL

Harga Rp.800.000.- (pisir besi)
Detail Produk

Senapan Angin

Kamis, 01 Maret 2012

Senapan Angin Cipacing, Harta Terpendam di Pinggiran Kawasan Pendidikan

Catatan : Ini tulisan saya waktu masih aktif di kepengurusan LP2M dJatinangor
Sebuah ruangan berukuran sekitar 5×5 meter terlihat mencolok di tepi jalan Cikeruh, RW 9, desa Cikeruh, kecamatan Jatinangor, kabupaten Sumedang. Mengintip ke dalamnya, terlihat empat orang berpakaian lusuh berbaur dengan potongan-potongan kayu dan besi bekas yang berceceran di tembok dan lantai. Mereka sibuk membuat senapan angin.
Begitu mendengar nama Sumedang, orang akan langsung menyebut “tahu” sebagai ciri khasnya. Memang, sudah sekian lama, tahu Sumedang menjadi product image kabupaten yang berada di wilayah timur Bandung ini. Namun, Cipacing sebagai daerah penghasil senapan angin rupanya tidak begitu terkenal dibandingkan dengan tahu berwarna putih berukuran 5×5×1 cm itu.
Sementara itu, bunyi ketukan dan dentuman terdengar silih berganti saat dJ melintas di jalan Cikeruh. Tiba-tiba, jedorrr! Begitulah suara dentuman keras menggema ketika peluru berukuran 4,5 mm dilontarkan dari mulut senapan merk Benjamin.
“Ini senapan angin buatan sini,” ujar Tarmidi (47), salah seorang pengrajin senapan angin seraya memperlihatkan kemampuan senapan buatannya kepada dJ.
Tarmidi adalah satu dari 164 pengrajin senapan angin yang tercatat di Koperasi Industri Kerajinan Rakyat Senapan Angin Bina Karya, kecamatan Jatinangor. Bersama rekan seprofesinya, ia seakan tak pernah bosan memproduksi pucuk demi pucuk senapan setiap harinya.
Suasana berbeda terlihat ketika dJ melalui jalan raya Bandung-Garut Km 20,5. Jalan ini kemudian dikenal karena adanya pusat industri senjata Cipacing. Sejauh mata melirik kiri dan kanan, terpampang papan reklame bergambar senapan angin.
Sekitar sepuluh toko berjejer di area ini, menjual dan menyediakan jasa perbaikan senapan angin. Berbeda dengan pengrajin di Cikeruh yang memasang papan reklame seadanya, toko-toko senjata angin di Cipacing berusaha menarik konsumennya dengan papan reklame yang mencolok. Informasi jenis dan merk senjata terpampang, bahkan jasa servis pun disediakan sebagai daya tarik bagi konsumen. Hal ini diakui Maman Karli (59), pemilik toko senapan angin Charlie.
“Di Cikeruh itu hanya proses produksinya, kalau di sini tempat menjualnya langsung pada konsumen. Di sini saya bisa membuat sekitar 30 pucuk selama sebulan,” ujar pria yang mengaku sudah menunaikan ibadah haji dari hasil menjual senapan anginnya itu.
Berbagai senapan angin dengan merk luar negeri seperti Benjamin, BSD, dan Diana menjadi pajangan wajib di setiap toko sepanjang Cipacing. Begitu juga dengan senapan angin merk lokal seperti Canon. Maman menambahkan, sebenarnya senapan merk luar negeri itu buatan Cipacing karena para pengrajin biasanya meniru bentuk dan merk-nya. Hal ini dilakukan karena biasanya pelanggan lebih tertarik membeli senapan dengan merk luar negeri.
Namun pendapat itu dibantah Raden Sa’ud (76), sesepuh pengrajin senjata di Desa Cikeruh. “Dari dulu sampai sekarang saya pakai merk sendiri tapi tetap dicari banyak orang,” tukas pengusung senapan merk SD ini. Baginya, kualitas menjadi nomor wahid. Untuk itu, bahan baku dan proses pengerjaannya tidak bisa sembarangan.
Untuk mencari bahan baku, pengrajin senjata tinggal mendatangi tukang loak besi. Meski persedian besi rongsokan melimpah, tetap saja kadar besi dan jenisnya patut diperhitungkan. Menurut Raden Sa’ud, pemilihan itulah yang membedakan pengrajin berpengalaman dan tidak.
Sejarah Senapan Angin Cipacing
Menilik sejarahnya, industri senapan angin di Cipacing telah berlangsung hampir satu abad silam. Usaha ini dirintis pertama kali oleh Raden Nata Dimadja tahun 1854. Namun, selanjutnya tidak ada kabar perihal perkembangannya.
Sampai awal 1960-an, terdapat catatan resmi dari generasi kedua Raden Nata Dimadja. Saat itu, jumlah pengrajin senapan angin yang berada di desa Cikeruh dan Cipacing bisa dihitung dengan jari. Itu pun hanya terbatas pada jasa perbaikan atau bengkel senapan angin luar negeri. Karena hasil usaha yang dirasakan tidak bisa mencukupi kebutuhan hidup, para pengrajin itu pun kemudian memutar otak. Berbekal pengalaman memperbaiki senapan angin, akhirnya pilihan pun jatuh pada usaha untuk membuat senapan sendiri.
Raden Sa’ud dan Raden Momon merupakan tokoh perintis pembuatan usaha senapan angin ini. Raden Saud  dikenal masyarakat sebagai satu-satunya saksi sejarah industri Cipacing yang masih hidup hingga sekarang.
Tak hanya pengetahuan membuat senapan angin yang disebarluaskan oleh lelaki yang telah uzur ini. Keringat hasil jerih payahnya ternyata membuat ngiler penduduk lain di desa Cikeruh. Hasilnya, antara tahun 1964 sampai 1967 jumlah pengrajin bertambah menjadi 12 orang. Kemudian, dari tahun 1968 sampai 1970 pengrajin di Cikeruh menjadi 23 orang dan di Cipacing mencapai sembilan orang.
Seiring perkembangan zaman, pengetahuan membuat senapan angin pun menyebar luas sampai sekarang. Berdasarkan catatan Koperasi Industri Kerajinan Senapan Angin Bina Karya, sampai tahun 1979, jumlah pengrajin senapan angin mencapai 200 orang. Persebarannya juga meluas. Desa-desa lain di Jatinangor, seperti area Sayang, Hegarmanah, Jatiroke, dan Jatimukti, tidak mau ketinggalan memroduksinya. Artinya, sejak dirintis sampai tahun 1979, jumlah pengrajin senapan angin meningkat.
Puncak menjamurnya industri senapan di Cipacing terjadi antara tahun 1981 sampai 1992. Jumlahnya mencapai 300 pengrajin dan 20 pedagang. Kenaikan ini menurut Edi Suhaidi, Ketua Koperasi Industri Kerajinan Senapan Angin Bina Karya diakibatkan adanya alih profesi yang dilakukan para buruh. Setelah desa Cikeruh masuk dalam kecamatan Jatinangor, banyak buruh kemudian berganti profesi menjadi pengrajin senjata. Bagi mereka, pekerjaan ini ternyata lebih menggiurkan dibandingkan pergi merantau ke luar kota.
“Daripada kerja jadi buruh atau kuli bangunan di luar daerah walaupun upahnya lebih lebih besar misalnya, mending kerja di sini bisa kumpul sama keluarga,” tegas Adam (69), yang pernah berprofesi sebagai guru IPA di sebuah SLTP di Jatinangor.

Membentuk Koperasi
Pergantian generasi tidak menyurutkan animo penduduk untuk menggeluti usaha pembuatan senapan angin. Pada 1992, pemerintah dalam hal ini Polri mengeluarkan aturan baru yang mengharuskan pengrajin senapan angin membentuk sebuah koperasi. Tujuannya tak lain adalah mendapatkan izin dari Mabes Polri.
Ternyata, untuk mendapatkan izin memiliki senjata api tak semudah membalikkan telapak tangan. Pemohon harus memenuhi beberapa persyaratan seperti yang diatur dalam Undang-undang No. 8 Tahun 1948 tentang pendaftaran dan pemberian izin pemakaian senjata api.
Setelah berunding dan melalui proses yang cukup panjang, tokoh pengrajin senapan angin di Cipacing dan Cikeruh sepakat untuk membentuk koperasi. Sayangnya, pada saat itu, waktu yang diberikan Polri tergolong sempit, sehingga tidak memungkinkan mereka membentuk sebuah koperasi. Untuk sementara, para pengrajin itu bergabung dengan KUD Cikeruh menjadi Unit Kerajinan Senapan Angin Bina Karya. Dengan adanya koperasi ini, Polri kemudian mengeluarkan izin penjualan senjata yang berlaku selama lima tahun, terhitung sejak 1992. Izin ini harus diperpanjang tiap lima tahun sekali.
Sepanjang tahun 2002, dalam catatan Mabes Polri, terdapat 9.712 orang yang memegang lisensi kepemilikan senjata api nonorganik TNI dari berbagai jenis dan kaliber.
Masa-masa Hitam
Masalah pengrajin senjata ilegal di Cipacing memang sudah sering terdengar. Tapi, biasanya pengrajin ilegal itu tidak bergabung dalam koperasi pengrajin senjata angin. Akan tetapi, berkaca pada peraturan yang sudah ada mengenai pemilikan senjata, pemohon izin pemilikan senjata api harus bercerita mengenai tempat pembelian senjata tersebut. Setelah itu, baru dilakukan pengecekan perizinan tersebut oleh kepolisian.
Pasalnya, toko-toko di sentra penjualan senapan angin Cipacing seperti dikatakan Edi, tak satu pun memiliki lisensi itu. Akibatnya, muncul dugaan terjadi perdagangan ilegal di sana.
Kapolsek Jatinangor, Irzan Haryono, tidak mengelak dugaan adanya oknum senjata api ilegal di Cipacing. Namun, Kepolisian Jatinangor tidak memiliki data kasus kriminal jenis ini. Seingatnya, inspeksi mendadak (Sidak) senjata api di Cipacing belum pernah dilakukan Polsek Jatinangor.
“Selama saya bertugas di sini belum ada kasus semacam itu yang masuk, operasi penggeledahan biasanya dilakukan Polres Sumedang,” ujarnya kepada dJ.

Gulung Tikar
Membuat senapan berkaliber lebih dari 4,5 mm memang cukup menggiurkan. Uang jutaan rupiah menanti. Bandingkan dengan senapan angin yang harga jualnya hanya berkisar Rp 175 ribu sampai Rp 500 ribu.
“Uang” kini menjadi barang langka bagi para pengrajin senjata di Cipacing. Keluhan demi keluhan terlontar dari mulut mereka. Krisis moneter yang menerjang Indonesia sejak 1997 menjadi kata yang paling banyak diucapkan para pengrajin tersebut.
Maman Karli mengaku penjualan senapannya menurun drastis sejak tumbangnya rezim Soeharto. Kini, pembeli senapan angin semakin tak menentu. Kadang dalam seminggu, pendapatannya nihil. Nasib serupa menimpa Adam. Pernah selama dua minggu, dagangannya  tidak laku sama sekali.
“Beda dengan zaman Soeharto ketika banyak pesanan dari pulau Bangka, Pekanbaru, dan Gorontalo,” papar pria yang sekarang membuka usaha sampingan wartel di showroom-nya.
Menurutnya, kasus PHK berdampak serius pada turunnya jumlah calon pembeli. Minat kalangan menengah yang biasa menggunakan senapan untuk menghilangkan stres pun makin berkurang. Begitu pun dari kalangan bawah. Namun, duka mereka bisa sedikit terobati kala ada pesanan senjata angin. Adam mengaku bisa mendapatkan lebih dari Rp 500 ribu per bulan dari usaha ini bila ada pesanan.
Turunnya pendapatan tak hanya dirasakan penjual senapan angin Cipacing. Pengrajin senjata pun ikut terkena imbas lesunya usaha ini. Tarmidi misalnya, menyalahkan faktor kenaikan bahan baku sebagai penyebabnya. Harga bahan baku senjata saat ini mencapai Rp 75 ribu dan biaya pengerjaaannya Rp 25 ribu per pucuk. Dengan harga jual Rp 125 ribu, Tarmidi hanya bisa menikmati untung sebesar Rp 25 ribu. Padahal, sebelum krisis moneter, dari satu pucuk senjata ia bisa mendapatkan sekitar Rp 50 ribu.
Kondisi sebaliknya justru dialami Raden Sa’ud. Tokoh legendaris senapan angin Cikeruh ini mengaku tidak terpengaruh krisis moneter. Senapan merk SD buatannya tetap dicari banyak orang dari seluruh pelosok tanah air. Belum lagi, order servis senjata api dari polisi yang selalu saja ada. Sambil menyuguhkan dJ air minum, ia mengakui, kreativitas pengrajin merupakan biang utama kemunduran. Menurutnya, pengrajin hanya bisa meniru senapan orang lain, bahkan sampai pada peniruan merk.
Kenyataannya, saat ini hampir separuh pengrajin bedil senapan angin di wilayah sentra produksi Cipacing dan Cikeruh, gulung tikar akibat lesunya perdagangan dalam tiga tahun belakangan ini.
Pada tahun 2000, pengrajin di daerah itu mencapai 204 orang, namun sampai Mei 2003, jumlah pengrajin di dua desa itu menyusut drastis, sehingga tinggal 129 orang. Bahkan, di kawasan Cikeruh yang menjadi basis dan perintis pembuatan senapan angin, pengrajin dan pedagangnya tinggal 80 orang. Kini, kondisi pengrajin dan penjual sedang kritis. Pendapatan yang merosot mengakibatkan pembayaran upah buruh senapan angin tidak sesuai standar.
“Upah Minimum Regional (UMR) di Bandung sudah Rp 600-an, paling di sini cuma Rp 450 ribu,” tukas Edi.
Kondisi ini mendorong kencangnya arus perpindahan profesi. Pengrajin senapan yang tidak mampu bersaing terpaksa banting stir menjadi kuli bangunan, pedagang, pengrajin barang lain, dan buruh PT. Kahatex.
Beberapa waktu lalu dJ melakukan pemantauan. Kini sejumlah gerai dan toko yang menjual senapan angin di sepanjang ruas Jalan Cipacing Raya tampak sepi. Di tengah carut-marutnya dunia politik dan keamanan seperti sekarang ini, semestinya pengrajin industri senapan angin di Cipacing ikut terangkat. Namun, ternyata pengaruh politik dan keamanan malah memunculkan kebijakan pembatasan wilayah perdagangan, sehingga perdagangan bedil pun menurun.
Kini, senapan angin produksi Cikeruh dan Cipacing tidak bisa dikirim ke daerah lain, seperti Aceh, Medan, Kalimantan atau Papua. Padahal, wilayah itu merupakan jalur “gemuk” peredaran senapan rakitan Cipacing.
[Bachtiar-Anggita]
[Arsip rubrik KM21 dJatinangor edisi XV/Tahun VII/Februari 2005]

Allegri Ac Milan

Minggu, 27 November 2011
Allegri akhirnya mengasuh Pato, dkkAllegri Torehkan Sejarah
Milan, Seruu.com - Setelah berhsail mengantarkan AC Milan merengkuh scudetto di musim ini atau gelar ke 18 sepanjang sejarah Milan, pelatih Massimiliano Allegri mencatatkan dirinya menorehkan sejarah di klub yang bermarkas di San Siro ini.Allegri menjadi allenatore Milan keempat yang sukses menyabet  scudetto dalam debut perdananya.
Tiga pelatih terdahulu yang pernah mencatatkan prestasi serupa adalah Arrigo Sacchi di musim 1978/1979 , Fabio Capello 1991/1992  dan Alberto Zaccheroni 1998/1999 . Ketiga sosok pelatih legendaris ini juga langsung memberikan tuah di musim perdananya bersama Milan.
Allegri ddatangkan Milan musim panas lalu setelah sukses membawa Cagliari tampil penuh kejutan di musim lalu. Ia datang menggantikan pelatih muda Leonardo Araujo. [is]

SEJARAH AC MILAN

Minggu, 20 November 2011

Sejarah Ac milan

SEJARAH AC MILAN
Nama   Lengkap
Associazione Calcio Milan  1899 Sp
Julukan
Rossoneri (Merah-Hitam)
Il Diavolo Rosso (Setan Merah)
Il Casciavit
Didirikan
16 Desember 1899
Stadion
San Siro, Milan, Italia
(Kapasitas: 82.955)
Pemilik
Silvio Berlusconi
Presiden
Mengalami kelowongan (Pelaksana harian diserahkan kepada Adriano Galliani
Manajer
Massimiliano Allegri
Liga
Seri A
Awal masa terbentuk

* Saremo una squadra di diavoli. I nostri colori saranno il rosso come il fuoco e il nero come la paura che incuteremo agli avversari!

—Herbert Kilpin
* Klub ini didirikan oleh dua orang ekspatriat Inggris , yaitu Herbert Kilpin dan Alfred Edwards dengan nama Klub Kriket dan Sepakbola Milan pada tahun 16 Desember1899. Pada saat itu, Edwards menjadi Presiden klub pertama Milan dan Kilpin menjadi kapten tim pertama Milan. Musim 1901, Milan memenangkan gelar pertamanya sebagai jawara sepak bola Italia, setelah mengalahkan Genoa C.F.C. 3-0 di final Kejuaraan Sepakbola Italia. Pada 1908, sebagian pemain dari Italia dan para pemain dari SwissInggris dalam skuad inti Milan saat itu, memisahkan diri dari Milan dan membentuk Internazionale.
Pemain legenda
AC Milan di akhir 80-an.
* Alessandro Costacurta,
* Giovanni Stroppa,
* Roberto Donadoni,
* Franco Baresi,
* Angelo Carbone.
* Mauro Tassoti,
* Paolo Maldini,
* Frank Rijkaard,
* Ruud Gullit,
* Marco van Basten,
* Andrea Pazzagli
Daftar Pemain terkenal yang pernah dan masih bermain di Milan
* Demetrio Albertini
* Massimo Ambrosini
* Carlo Ancelotti
* Roberto Baggio
* Franco Baresi
* Alessandro Costacurta
* Renzo De Vecchi
* Paolo Di Canio
* Roberto Donadoni
* Gennaro Gattuso
* Filippo Inzaghi
* Gianluigi Lentini
* Giuseppe Pancaro
* Cesare Maldini
* Paolo Maldini
* Mauro Tassotti
* Alessandro Nesta
* Andrea Pirlo
* Gianni Rivera
* Sandro Salvadore
* Angelo Sormani
* Giovanni Trapattoni
* Massimo Oddo
* Gianluca Zambrotta
* Alberto Gilardino
* José Altafini
* Kaká
* Kurt Hamrin
* Ronaldinho
* Ronaldo
* Rivaldo
* Serginho
* Cafu
* Leonardo
* Alexandre Pato
* Edgar Davids
* Klaas-Jan Huntelaar
* Clarence Seedorf
* Marco van Basten
* Frank Rijkaard
* Ruud Gullit
* Gunnar Gren
* Nils Liedholm
* Gunnar Nordahl
* Herbert Kilpin
* David Beckham
* Ray Wilkins
* Marcel Desailly
* Jean-Pierre Papin
* Mathieu Flamini
* Yoann Gourcuff
* Oliver Bierhoff
* Karl Heinz Schnellinger
* Roberto Ayala
* Hernán Crespo
* Jon Dahl Tomasson
* Martin Laursen
* Zvonimir Boban
* Umit Davala
* José Mari
* Rui Costa
* Dejan Savićević
* Juan Alberto Schiaffino
* Andriy Shevchenko
* George Weah

Freddy Tamaela - Haruskah Aku Berlari

Kamis, 20 Oktober 2011
Freddy Tamaela - Haruskah Aku Berlari
Album : Ratna Sari Dewi

Kian terasa asing
Diri ini diantaramu
Yang dulu pernah kubanggakan

Harapan yang pernah tercipta
Kini seakan sirna
Dan resah pun kian menggoda

Reff.
Haruskah diri ini
menjerit dan berlari
Mengejar dirimu
yang kian jauh melangkah
Atau kuharus lari
dari kenyataan ini
Memendam cinta
dan coba melupakanmu

Kian terasa menggoda bayangmu
Di dalam jiwa
Bila diri ini mencoba
melupakan dan mengubur segala
kenangan indah
Yang t'lah kita bina
bersama

God Bless - Semut Hitam
Album : Semut Hitam

Semut semut hitam yang berjalan
Melintasi segala rintangan
Satu semboyan didalam tujuan
Cari makan lalu pulang

Yok ... Ikut langkah yang terdepan
Yok ... Ikut ke kiri ke kanan

Semut semut seirama
Semut semut yang senada
Nyanyikan hymne bersama
Makan.. makan.. Makan

Semut hitam..
Semut hitam..
Ooo..........
Maju jalan

Semut semut bagai sisa-sisa
Toleransi peradaban dunia
Sementara yang katanya manusia
Makhluk paling bijaksana
Oh ... halalkan segala cara
Oh ... menipu soal biasa

Semut semut menyaksikan
Semut semut mendengarkan
Teriakan jerit makian
Gila.. Gila.. Gila..